Sabtu, 07 Juli 2012

JAWABMU


Jawabmu

Mungkin kata tak dapat lagi tersusun.
 Kala aku memutuskan untuk berpaling darimu.
Aku bosan menantimu.
Hingga aku tak tahu apa yang harus aku pilih.
Aku memilih dia tapi hatiku tetap untukmu.
 Hatiku tetap menantimu.
Walau sering kali harus ku biarkan airmata ku kembali terurai dengan indah.
Bagiku indah dah tak pernah buruk.
 Saat airmata terurai.
 Karena airmata itu jatuh dengan suci.
Jatuh dari kedalaman lubuk hati ini.
 Aku tidak tahu bagaimana dengan hatimu.
Sesekali aku tanyakan itu kau hanya terdiam.
 Bermaksud untuk tidak menambah luka hati ini.
Yang kau biarkan menganga jatuh di rerumputan berduri.
Walau diam aku tak menganalisa hatimu, ucapmu.
Yang ku dengar hanya hembusan nafasmu yang tertarik sangat dalam.
Apakah rumit cinta ini.
Kau hanya menjawab iya atau tidak.
Jangan biarkan pupus hati ini.
Pintaku dalam hati...
Berharap aku kan temukan jawabnya.
Harapan yang tiada akhir.
Cinta yang suci karena Allah.
Bagaimana tidak.
Coba tengok  kala dulu.
Tampan, dia jauh lebih tampan darimu.
Tapi hati ini memilihmu.
Kekayaan. Dia jauh lebih darimu.
Tetap hati ini memilihmu.
Baik, dia jauh lebih baik darimu
Bukan berarti kau jahat.
Kau hanya saja menyakiti hati ini.
Yang di biarkan begitu saja.
Aku harus mengorbankan 3 hati.
Aku harus menolak 3 hati yang memilih aku.
Haruskah ada orang lain lagi yang tersakiti.
Yang ku butuh kau.
Jangan lagi diam mu yang ku temui.
Jangan hembus nafasmu lagi yang ke dengarkan.
Tapi aku hanya ingin ucapmu.
Memilihku.
Meski waktu masih lama ternanti.
 Jangan kau suruh aku memilih dia.
Karena hati ini tetap untukmu.
Dan selamanya untukmu.

Karpet Coklat, 07-07-2012


Novianti Elfiky.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar