Sedikit
bercerita di akhir tahun.
Hari
ini 21 Desember 2012. Tepat sebulan dari hari ulang tahun ku. Dan kini suasana
hati ku sedang cloudy (kalau kata anak gaul suasana ini masuk juga suasana
galau). Dengar kabar itu, bahwa sang pencuri hati akan pulang ke kampung
halamannya dan akan segera menikah dengan orang pilihan keluarganya. Wanita yang
beruntung mendapatkannya. (persis dengan perkataan semua orang). Aku tahu siapa
aku dan siapa orang yang aku cintai seperti langit yang dimana ada bulan dan
bintang yang sama-sama menyinari tapi berjauhan. Dia siapa? Aku siapa? Tapi aku
menyukainya. Lagi-lagi kalimat ini ku perjelas bahwa aku menyukainya. Menyukai karena
sujud-sujud dalam tahajud di sepertiga malam bersama meski berjauhan. Masih ingat
kalimatnya yang mengajak aku salat tahajud meski dalam massage di hp sudah ku
delete tapi kalimat itu sanagt membekas di hatiku. Memunculkan di setiap jam
itu kalimatnya datang. Ku baca dengan lembut. “Nduk salat tahajjud yuk. J ”
Aku
ingat kejadian ia sms aku di sepertiga malam. Dia kelelahan setelah seharian
bekerja, dan kembali ke kampusnya dengan badan yang remuk. Untung saja ada
orang yang menyayanginya anak-anak yang siap dimintanya bantuan untuk
memulihkan dari rasa pegal di tubuhnya. Sangat di nikmati sampai saat aku
melihat dia terpulas dari pijatan yang mencoba mengembalikan rasa pegalnya. Saat
itu aku berada di dekatnya. Tapi setelah itu aku pergi meninggalkannya karena
malam sudah larut. Rona wajahnya sangat lelah saat di pijat oleh mas Dirwan. Aku
tidak berfikiran kalau dia tidur dimana. Karena yang pasti ada di fikiranku. Dia
pulang dan tidur diatas kasurnya yang empuk dan hangat. Tapi fikiran ini salah
dia tidur di bangku kerjanya seusai di pijat. Katanya saat ia selesai di pijit
dia mau melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda. Dan dia pencuri hatiku,
malah tertidur di bangku kerjanya. Saat dia mengetahui dimana dia tidur dan
semua ruangan terkunci. Dia mengambil air wudlu dan salat tahajjud, dia ingat
aku dan dia ambil smartphone-nya dicarinya namaku dan di kirim sms mesra itu. “Nduk
salat tahajjud yu. J”. Bagiku itu adalah kalimat mesranya.
Biasanya
aku sulit bangun kalau sudah terlelap tidur apa lagi kalau sudah kecapean. Dan aku
terbangun di malam itu membaca sms itu, dan beranjak menuju kamar mandi untuk
segera mengambil air wudlu juga. Dan kami sama-sama salat tahajjud di jam dan
di malam yang sama. Sampai saat ini aku selalu terbangun karena mengingat
kalimat di sms yang dikirimnya ke nomor ku.
Teryata
hati gak bisa berdusta, aku menyukainya. Dulu cintaku hanya dari seorang anak
kepada ayahnya saja. Dia yang ajarkan aku menjadi yang terbaik. Dia juga gak
pernah lelah menghadapi diriku. Selalu memberikan aku semua yang terindah dari
anak-anak yang lain. Aku hanya
memanggilmu ayah, disaat aku kehilangan arah, aku hanya mengingatmu ayah, saat
aku tlah jauh darimu. Sebuah lirik dari seventeen untuk ayah. Ayah yang
hebat bagi semua orang. Ayah yang hebat bagi ku. semua orang ingin memilikimu. Tapi
aku hanya mampu berkata, engkaulah ayahku, tidak untuk aku cintai sebagai
seorang kekasih.
Yang
aku tahu aku tidak pantas untuk mu. Yang aku tahu baca hatiku hanya sebagai
seorang anak. Tapi mengapa lambat laun hati ini menginginkan dirimu menjadi
kekasih hatiku. Mengingat umurmu yang terpaut 20 tahun denganku. Mengingat juga
bahwa disetiap salat jamaah selalu membuat aku lebih mengingat Allah. Mungkin jikalau
aku bersamanya dia mampu merubahku
menjadi pribadi yang shalehah. Dia, Pencuri Hatiku. Seorang laki-laki yang
sudah meraih suksesnya sejak kecil. Hingga berumur 38 tahun di tahun 2012 dia
sudah memiliki segalanya, yang ia dapat membahagiakan keluarga dan orang
sekitarnya. Sayangnya dia belum memiliki seorang pendamping di usianya di 38
tahun ini.
Aku
menyukainya karena keagamisannya menjadi hamba Allah. Lalu motivator bagi
orang-orang di dekatnya. Menjadi pribadi yang perhatian, baik, lemah lembut. Dengan
jiwa sosialis, yang memiliki anak asuh yang sayang dengannya.Yang sering buat
aku berfikir bahwa dialah yang terbaik bagi dunia dan akhiratku. Lalu balik
lagi kepada jati diriku. Siapa aku? Memang Sang Pencuri Hati pun berkata bahwa nothing is impossible . Hanya saja
banyak yang aku fikirkan kalau dia bersamaku, apakah keluarganya mau menerima
aku orang tidak ada apa-apanya. Secara gitu, pasti `kan kalau menuju pernikahan kita harus mencari
orang yang ada apanya bukan apa adanya. Lalu bagaimana dengan mahasiswa/i lain
melihat, mendengar aku menikah dengar orang yang juga mereka idolakan. :)
menyeringaiku kembali. Perkataannya nothing is impossible tidak berlaku pada
diriku. Lagi-lagi putus asa. Putus Asa ada pada orang-orang
yang belum menempatkan Allah SWT di hatinya. Mereka belum menyerahkan segala
urusan dunia akhiratnya kepadaNYA. Kita adalah punyaNYA. Maka sdh
sepantasnyalah kita totalitas pasrahkan segala urusan kepadaNYA dgn terus
berdoa beriktiar, berdoa berikhtiar masalah hasil kita kembalikan kepadaNYA.
Memang bicara itu mudah tapi lebih baik kita bicarakan kepadaNYA ....pasti ada
Hasil.
Dan
mari kembali pada perkataan motivator lain yang kembali mengatakan “semua ada
di fikiran dan di tangan mu.” Jadi kalau kita berfikir tidak bisa ya kita gak
akan bisa kalau kita bisa kita pasti akan bisa meraihnya. Berarti sekarang aku
harus berfikir seperti perkataan sang Pencuri Hati. nothing is impossible. Semasih
semua masih normal dan sebelum semua berubah. Sebelum dia menikah masih berlaku
untukku nothing is impossible. Karena aku yakin Allah akan berikan aku yang
terbaik bagi dunia dan akhiratku. Dan adakalanya aku berputus asa hanya untuk
sekedar saja tidak untuk beberapa waktu yang lama. Karena aku masih punya Allah
SWT yang selalu ada untukku.
Kalaupun
dia benar menikah, adalah sesuatu kebahagiaan bagi diriku karena akhirnya dia
akan segera melengkapkan diennya yang setengah menjadi satu bersama wanita
pilihan Allah melalui keluarganya. Perihal aku, kisahku masih panjang umurku
masih muda. Dan aku yakin Allah akan berikan ganti yang lebih baik daripadanya,
Sang Pencuri Hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar