Sabtu, 02 Agustus 2014

Balada Lelaki Tangguh

tak pernah ku lihat
saat malam merengkuh dengan indah
lelaki tangguh itu

tak pernah tak ku lihat
kala malam mendekap
dengan kesunyian
dengan dingin angin

tak pernah tak ku lihat
lelaki tangguh itu
pulang dengan tangan hampa

tak pernah tak kulihat
lelaki tangguh itu
pulang dengan wajah suram
meski kadang alam tak bersahabat dengannya

tak pernah tak ku lihat
menyembunyikan dalam hati
meski kadang emosi terusik
dan keluar tanpa permisi

tak pernah tak ku lihat
lelaki tangguh itu
jalan tergopoh-gopoh
dalam perjalanan mencari Riz-qi

bajunya yag tipis
badannya yang kurus
sandal yang selalu mengajaknya
mencari tiap sisiran jalan yang tiada berujung

lelaki tangguh itu
muncul dalam keadaan genting
lelaki tangguh itu
tak sering duduk di seper setengah malam
barcanda, tertawa dengan keluarga

aku tertunduk, mencari ruang kosong
gelap,
sunyi,
dingin,
berharap kutemui Tuhan
dan ku katakan Padanya

Tuhan
berikan senyuma pada lelaki tangguh itu
angkat derajatnya dan martabatnya di SisiMu
Tuhan
murahkan Riz-qinya
Bahagiakan dia dengan keluarganya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar