Tahukah Kau
Tahukah betapa bahagianya aku saat kau ucap three magic word itu “I LOVE YOU”?
Tahukah betapa melambungnya aku saat kau katakan hanya ada namaku di hatimu?
Tahukah betapa senangnya aku saat kau bermimpi dan kau katakan hanya ada aku dalam mimpimu?
Tahukah betapa melayangnya perasaanku saat kau beri hadiah dan di situ kau sisipkan kalimat “aku ingin menikah denganmu”?
Tapi tahukah kau bahwa aku hanya manusia biasa?
Aku juga seorang wanita yang diciptakan dengan rasa.
Aku menangis saat kutahu three magic word itu kau ucapkan juga padanya.
Aku tersiksa saat kutahu namanya telah menyingkirkan namaku dari hatimu selamanya.
Aku terluka saat kutahu dia telah merampas mimpi-mimpimu yang dulu menjadi punyaku.
Aku tercabik saat kutahu dia kau ijinkan menggantikan singgasanaku di istana kita.
Hai kau yang dulu mencuri hatiku tapi kini tanpa ampun menghancurkannya hingga berkeping-keping.
Hai kau yang masih saja mencuri hatiku, tak sadarkah kau? Kau telah melukaiku juga dia. Dia buah hati kita yang kini bersemayam dalam rahimku.
Hai kau yang tega mencampakkanku, wanita yang dulu kau puja-puja, wanita yang kini memberimu calon malaikat penjaga.
Kemana kasihmu, janjimu, sayangmu, dan cintamu yang kau berikan dulu?
Lupakah kau saat berlutut di hadapanku memintaku menjadi permaisurimu?
Lupakah kau saat cincin ini kau pakaikan di jariku dihari bahagia kita?
Hai kau, kau yang tak tahu betapa aku masih mencintaimu meski kau telah menghapus memori indah kita,
Meski kau telah berani membanggakannya di hadapanku,
Meski kau telah berani berkata kasar padaku,
Meski kau telah berniat memukulku.
Tapi tahukah kau, aku masih ingin mempertahankanmu.
Aku mencintaimu seluruh jiwa ragaku, seluruh hidupku.
Aku ingin kita kembali seperti dulu.
Merajut rumahtangga yang kini di ujung perpisahan.
Merajut mimpi-mimpi kita yang dulu ada sebelum dirinya ada.
Aku ingin kau kembali sayang.
Tahukah betapa bahagianya aku saat kau ucap three magic word itu “I LOVE YOU”?
Tahukah betapa melambungnya aku saat kau katakan hanya ada namaku di hatimu?
Tahukah betapa senangnya aku saat kau bermimpi dan kau katakan hanya ada aku dalam mimpimu?
Tahukah betapa melayangnya perasaanku saat kau beri hadiah dan di situ kau sisipkan kalimat “aku ingin menikah denganmu”?
Tapi tahukah kau bahwa aku hanya manusia biasa?
Aku juga seorang wanita yang diciptakan dengan rasa.
Aku menangis saat kutahu three magic word itu kau ucapkan juga padanya.
Aku tersiksa saat kutahu namanya telah menyingkirkan namaku dari hatimu selamanya.
Aku terluka saat kutahu dia telah merampas mimpi-mimpimu yang dulu menjadi punyaku.
Aku tercabik saat kutahu dia kau ijinkan menggantikan singgasanaku di istana kita.
Hai kau yang dulu mencuri hatiku tapi kini tanpa ampun menghancurkannya hingga berkeping-keping.
Hai kau yang masih saja mencuri hatiku, tak sadarkah kau? Kau telah melukaiku juga dia. Dia buah hati kita yang kini bersemayam dalam rahimku.
Hai kau yang tega mencampakkanku, wanita yang dulu kau puja-puja, wanita yang kini memberimu calon malaikat penjaga.
Kemana kasihmu, janjimu, sayangmu, dan cintamu yang kau berikan dulu?
Lupakah kau saat berlutut di hadapanku memintaku menjadi permaisurimu?
Lupakah kau saat cincin ini kau pakaikan di jariku dihari bahagia kita?
Hai kau, kau yang tak tahu betapa aku masih mencintaimu meski kau telah menghapus memori indah kita,
Meski kau telah berani membanggakannya di hadapanku,
Meski kau telah berani berkata kasar padaku,
Meski kau telah berniat memukulku.
Tapi tahukah kau, aku masih ingin mempertahankanmu.
Aku mencintaimu seluruh jiwa ragaku, seluruh hidupku.
Aku ingin kita kembali seperti dulu.
Merajut rumahtangga yang kini di ujung perpisahan.
Merajut mimpi-mimpi kita yang dulu ada sebelum dirinya ada.
Aku ingin kau kembali sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar